Tuesday, April 7, 2020

Resep Cilok kuah

Haduuuh ini nih yang ga boleh dilewatkan,  setelah waktu itu basic bikin ciloknya kaya gimana sekarang mau ngasih info cara bikin cilok kuah yang maknyus bisa dicoba sama siapa aja soalnya gampang banget dan siapa tau bisa jadi santapan kala diam dirumah seperti sekarang ini.

Yuuuk kita mulai resepnya,

1. Resep ciloknya silakan lihat kembali dipostingan sebelumnya.

2. Kuah
    ~ kaldu ayam ( bebas merknya ya )
    ~ kuah bakso ( yg sachet ada, biar gampang aja ya hehe)
     ~ yang suka bawang putih boleh dimasukan bawang putih halus

3. Isian
    ~ siomay kering  ( kalau ada)
    ~ batagor kering ( kalau ada)
    ~ sayuran ( tauge / sawi)
    ~ bawang daun iris

4. Cabe yang direbus lalu haluskan ( bisa pake bubuk cabe bebas gimana cocoknya ya)

Cara membuat :

Didihkan air,  kemudian masukan bawang putih ( bila suka ), masukan kuah bakso yg sachet satu bungkus saja kemudian tambahkan kaldu ayam/ sapi sesuai selera jangan ditambahkan kembali garam karena sudah dengan kedua bahan ini saja sudah cukup menurut aku ya, istilahnya dipas dengan selera masing2

Sementara di mangkuk saji, masukan cilok,  batagor / siomay kering dan daun bawang kemudian masukan kuah secukupnya.  Kalau suka pedes masukan cabenya

Siap disantap



Mangga ah silakan dicoba ya, dan selalu ingat disituasi sekarang jaga diri sendiri,  jaga keluarga dengan tidak keluar kalau tidak penting ya, stay safe

Friday, March 20, 2020

Pastel isi bihun

Sore tadi serasa pingin ngemil sesuatu, mau beli ah males lagi pw dirumah sama anak2, mumpung lagi pada anteng liat youtube dilaptop langsung bergegas ke dapur lihat - lihat apa yang bisa dimasak, ada tepung terigu terus mentega langsung aja keingetan sama pastel yang dijual diwarung tadi, kayanya enak nih bikin sore-sore terus anget lagi ditengah suasana #di rumah aja. Secara udah lihat resepnya dicookpad cuma belum pernah dieksekusi

Ok langsung aja bahan dan cara pembuatannya,

Bahan kulit :
1. Tepung terigu    1/4 kg
2. Mentega   2 sendok makan
3. Minyak goreng   4 sendok makan
4. Garam   secukupnya
5. Penyedap  secukupnya
6. Air 

Isian bihun :
1. Bihun
2. Bawang merah
3. Wortel

Cara membuat :
1. siapkan tepung dalam wadah kemudian campurkan garam dan penyedap
2. Lelehkan mentega bersama minyak goreng kemudian masukan ke dalam tepung aduk hingga menjadi gumpalan2 kecil
3. Masukan air sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi kalis

Membuat isian :
Tumis bawang merah dan wortel hingga layu dan matang kemudian masukan bihun dan beri garam serta penyedap secukupnya, sisihkan

Bentuk adonan bulat-bulat kemudian pipihkan, sesudah pipih sampai ketebalan yg diinginkan masukan isian bihun kemudian lipat 2 dan lipat-lipat kecil sisinya seperti pastel pada biasanya

Goreng pastel yang sudah dibentuk dan diberi isian tadi sampai kuning kecoklatan.



Hasilnya kurang lebih seperti ini, bisa dicoba dirumah, kulitnya alhamdulillah renyah tipsnya sewaktu digoreng minyaknya agak banyak supaya terendam dan apinya jangan terlalu besar supaya kulitnya tidak cepat gosong dan bagian dalamnya masih mentah.

Selamat mencoba ya bun...

Saturday, February 15, 2020

COOKING CLASS AA WAFIQ

Alhamdulillah kemarin aa wafiq ada kegiatan bersama teman2 disekolahnya yaitu cooking class membuat pizza di Ciwalk tepatnya magic oven, walaupun sedikit ada drama tapi selebihnya aa bisa mengikuti sampai selesai karena aku jemput langsung kesana. Terima kasih ibu guru aa yg mendampingi Dan men documentasikan kegiatan anak2 jadi ada kenang-kenangan buat aa ingat sampe nanti besar.

Jadi sedikit share diblog ga apa2 😁










Resep membuat cilok (basic)

Alhamdulillah sudah ketemu weekend lagi berarti saatnya keluarga kumpul dirumah, tapi kalo lagi kumpul gini kurang rasanya kalo gak ada sesuatu buat dicemil ya, tadi pagi waktu aku nanya sama anak-anak mau dibikinin cireng atau cilok jawabnya kompak pingin bikin cilok. Nah maka dari itu dikesempatan kali ini aku mau sedikit share tentang bagaimana membuat cilok, sebetulnya untuk tekstur sesuai selera ada yang suka kenyal banget atau yang lembut juga ada itu tergantung perbandingan pemakaian tepung terigu dan tapiokanya atau kalau disini disebut dengan aci, mohon maaf sebelumnya karena aku tidak pernah memakai ukuran yang pasti tapi untuk resep kali ini aku pakai ukuran bahan.

RESEP MEMBUAT CILOK :

1. Tepung Terigu                  10 sdm
2. Tepung Aci                        1/4 kg
3. Bawang Putih                   2 Siung
4. Garam                                1 Sendok Teh
5. Penyedap /Kaldu ayam  1 SendokTeh
6. Air Matang                       1 Gelas / 2 Gelas
7. Daun Bawang (opsional)

CARA MEMBUAT :

1. Haluskan bawang putih

2. Masukan tepung terigu kedalam wajan kemudian campurkan dengan bawang putih halus (usahakan bawang putih ditumbuk dengan halus), masukan garam dan penyedap secukupnya dan larutkan dengan 2 gelas air sampai tercampur, masak dengan api kecil sampai meyerupai bubur dan menggumpal.

3. Setelah menggumpal matikan api dan masukan tepung tapioka/aci kedalam wajan berisi adonan tepung terigu yang sudah menggumpal tersebut, usahakan campur selagi masih panas karena apabila adonan terigu sudah dingin tidak bisa bercampur dengan baik.

4. Bisa masukan daun bawang yang sudah diiris (bila tidak suka juga tidak apa-apa, bagian ini bisa di skip)

5. setelah adonan tercampur dan sudah tidak lengket lagi ditangan maka siap untuk dibentuk bulat-bulat (bagian ini bisa melibatkan anak-anak juga lho)

6. siapkan air mendidih dan masukan sedikit minyak goreng supaya tidak menempel satu sama lain saat direbus, begitu sudah mengapung bulatan-bulatan cilok bisa diangkat dan saring.

7. Siap untuk disajikan

Ini penampakan ciloknya, nanti ya resep cilok kuahnya 

Karena ini hanya resep untuk membuat ciloknya maka bumbu kacangnya tidak aku jelaskan ya nanti dilain waktu ya.

Happy Weekend

Sunday, February 9, 2020

Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Tahajud


Allaahumma lakal hamdu Anta nuurussamaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta Qoyyimussamaawaati wal ardhi wa man fihinna. Walakal hamdu Anta robbussamaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta mulkussamaawaati wal ardhi wa man fiihinna.
Walakal hamdu, Antal haqqu wa wa’dukal haqqu, wa qoulukal haqqu, wa liqoo ukal haqqu. Waljannatu haqqun wannaaru haqqun. Wannabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun, wassaa ‘atu haqqun.
Allahumma laka  aslamtu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wabika aamantu. Wa ilaika aanabtu. Wabika Khooshomtu. Wa ilaika haakamtu.
Faghfirliiy maa qoddamtu wa maa akhkhortu. Wa maa asrortu wa maa a’ lantu. Antal muqoddimu wa Antal mu akhkhiru. Laa ilaa ha illaa anta.
Artinya:
“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji. Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.
Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau.”
Dalil:
Dari Ibnu ‘Abbas ra. bahwasanya Nabi saw. ketika bangun di malam hari untuk bertahajjud, beliau membaca; Allahumma lakal hamdu.. [dan seterusnya]. (Muttafaq ‘Alaihi)
Di sebagian riwayat, ditambah kalimat; Wa laa khaula wa laa quwwata illaa billaahil ‘Aliyyil ‘Adziimi (dan tiada daya maupun kekuatan melainkan dari Allah Yang Mahatinggi nan Mahaagung)
Ulasan:
Shalat Tahajjud adalah ibadah sunnah yang ditekankan oleh Rasulullah saw. Dan waktu paling baik untuk melaksanakannya adalah di sepertiga malam terakhir. Minimal 2 rakaat, maksimal tak dibatasi. Disunnahakn untuk menutup tahajjud dengan Shalat Witir yang berjumlah rakaat ganjil.
Ini adalah momen intim antara hamba dengan Tuhannya. Di saat ini pulalah momen sempurna untuk kontemplasi diri. Menadah energi batiniah di penghujung malam untuk menghadapi carut marut kehidupan keesokan hari. Yakni dengan menyadari kemahahebatan Allah, mengakui kemahabenaran segala yang datang dari-Nya, memasrahkan segala urusan kepada-Nya, serta memohon ampun atas kesilapan dan kedurhakaan diri

Thursday, December 19, 2019

Cinta Aisyah Kepada Nabi dan Besarnya Rasa Cemburu Beliau

Istri-istri Rasulullah SAW merupakan perempuan terpilih dan terjamin kemuliaannya. Meskipun demikian, mereka hanyalah manusia biasa yang tak lepas dari sifat pencemburu. Istri-istri Nabi seringkali berlomba-lomba mendapatkan perhatian dan kasih sayang Nabi. Sebab bagi mereka, Nabi Muhammad bukan hanya utusan Allah semata, tapi juga seorang suami yang menyayangi, melindungi, dan memberi nafkah lahir dan batin.
Di antara istri-istri Nabi yang lain, Aisyah dikenal sebagai istri yang paling pencemburu. Kecemburuannya bahkan menyebabkan beberapa konflik dengan istri-istri Nabi yang lain.
Misalnya kisah Aisyah dan Shafiyah. Tatkala Rasulullah SAW sampai di Madinah usai menikahi Shafiyah, datanglah perempuan-perempuan Anshar menyebarkan berita pernikahan Nabi dengan Shafiyah. Mendengar kabar tersebut, Aisyah mulai cemburu, ia menyamar dengan memakai cadar lantas pergi.
Rasulullah SAW melihat mata Aisyah dan menyadari bahwa perempuan bercadar itu adalah Aisyah. Namun putri Abu Bakr itu segera berpaling dan mempercepat jalannya. Rasulullah SAW berhasil menyusul dan mendekapnya seraya bertanya “Bagaimana pendapatmu?” Aisyah lalu menjawab “Seorang perempuan Yahudi di tengah kelompok perempuan Yahudi.” (Disarikan dari HR Ibnu Majah no 1980).
Pernah suatu ketika Rasulullah SAW berada di rumah Aisyah. Lalu Shofiyah datang mengirimkan hidangan berisi makanan untuk Nabi. Melihat hal itu, Aisyah tak dapat menahan rasa cemburunya. Ia pukul wadah yang berisi makanan itu hingga wadahnya pecah dan makanannya tercecer. Rasulullah pun segera mengumpulkan makanan yang berjatuhan itu.
Melihat perlakuan Aisyah pada Shofiyah, Rasulullah SAW sama sekali tidak marah, beliau justru menggoda dengan berkata “Lihatlah, ibu kalian rupanya cemburu.” Kemudian beliau meminta Aisyah untuk mengganti piring Shafiyah yang telah dipecahkannya. (Disarikan dari HR Bukhari no 5225).
Tidak hanya cemburu pada istri-istri Nabi yang berada di dekatnya, Aisyah bahkan cemburu pada Khadijah karena Rasulullah SAW sering menyebut-nyebut kebaikan ibunda Fatimah itu. Kecemburuan Aisyah pernah diungkapkannya:
مَا غِرْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى امْرَأَةٍ مِنْ نِسَائِهِ، مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ لِكَثْرَةِ ذِكْرِهِ إِيَّاهَا وَمَا رَأَيْتُهَا قَطُّ
“Tidaklah aku cemburu kepada salah seorang istri-istri Nabi SAW sebagaimana kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku belum pernah melihatnya” (HR Muslim)
Kjadijah memang sudah tiada, bahkan Aisyah pun belum pernah bertemu dengannya. Namun orang-orang terdekat Khadijah justru bisa menjadi sebab kecemburuan Aisyah.
Dalam berbagai riwayat hadis, disebutkan bahwa setiap kali Rasulullah SAW menyembelih kambing, beliau memotong-motong kambing tersebut lantas mengirimkan potongan-potongan daging itu kepada sahabat-sahabat Khadijah.
Aisyah pun marah karena cemburu seraya berkata “Seolah-olah tidak ada wanita di dunia ini selain Khadijah.” Beliau kemudian menjawab “Khadijah itu begini dan begini dan dari dialah aku mempunyai anak” (Disarikan dari HR. Bukhari)
Pernah suatu ketika Halah binti Khuwailid (saudari Khadijah) datang meminta izin kepada Nabi. Rasulullah SAW spontan teringat Khadijah, beliau tertegun sejenak namun segera berujar “Ya Allah, ini Halah.”
Melihat reaksi Nabi, Aisyah menjadi cemburu dan berkata “Mengapa Engkau terus saja mengingat perempuan tua Quraisy yang kedua rahangnya telah merah itu (celaan untuk orang yang sudah tua). Dia bahkan telah lama mati. Padahal Allah telah memberikanmu pengganti berupa orang yang lebih baik darinya.”
Bagitulah sedikit gambaran sifat cemburu Aisyah. Sayangnya, kecemburuan Aisyah ini seringkali dijadikan sasaran segelintir orang untuk mencela Aisyah. Mereka menganggap perangai Aisyah buruk karena sifat cemburunya itu. Padahal, cemburu adalah sifat alamiah manusia yang sangat sulit untuk dihindari. Apalagi Aisyah adalah perempuan belia dan perawan, cintanya begitu besar kepada Nabi, sebab ia pun tak pernah menikah dengan lelaki mana pun sebelum Nabi.
Istri-istri Nabi memang perempuan yang mulia dan terjaga kesuciannya, namun bukan berarti rumah tangga mereka terbebas dari konflik. Saat terjadi pertengkaran antara istri-istrinya, Rasulullah SAW tak pernah memarahi mereka, apalagi melakukan kekerasan. Beliau justru sangat pandai menyelesaikan konflik dan kecemburuan istri-istrinya. Saat istrinya marah, Rasulullah SAW justru membalasnya dengan godaan dan ucapan yang lemah lembut, sehingga amarah istrinya pun padam.
Kecemburuan Aisyah bukanlah celaan atasnya. Kecemburuannya justru menunjukkan betapa besar rasa cinta Aisyah kepada Nabi. Sebab cemburu adalah cara cinta yang begitu besar berkomunikasi. Tindakannya menyiratkan makna bahwa sejatinya cinta selalu ingin ditunggalkan.
Wallahu a’lam bisshawab

Saturday, December 7, 2019

Resep Soto Ayam sederhana

Untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tidak jarang ada sajian makanan yang disediakan oleh para ibu untuk keluarganya. Setelah food preparation, aku memang sengaja ingin membuat soto ayam ala ala hehe...

Memang mungkin rasanya beda dengan Yang abang2 jualan soto tapi ya karena ini buatan rumah ya memang beda, disesuaikan dengan lidah anak-anak.

Berikut bahan-bahan Yang aku persiapkan,

Bumbu halus :
1. Kunyit
2. Bawang merah
3. Bawang putih
4. Kemiri

Rempah Yang digeprek :
1. Jahe
2. Lengkuas
3. Sereh

Daun salam + daun jeruk
Garam
Merica
Ketumbar bubuk
Gula
Kaldu ayam bubuk

Bahan pelengkap :
1. Bihun
2. Telur rebus
3. Dada Ayam rebus kemudian disuwir
4. Daun bawang + seledri
5. Tomat
6. Jeruk nipis
7. Cabe rawit direbus lalu dihaluskan
8. Kol

Next cara membuat :
1. Haluskan bumbu halus, kemudian tumis dengan sesikit minyak, lalu masukan rempah2 Yang digeprek Dan daun salam+daun jeruk, tumis hingga wangi
2. Sementara itu, rebus ayam sampai matang lalu disuwir suwir
3. Rebus juga telur Dan bihun sampai matang, sisihkan
4. Rebus air dalam panci secukupnya kemudian masukan bumbu yang sudah ditumis, masukan juga garam, gula, merica, Ketumbar bubuk, Dan kaldu ayam bubuk
,sambil dirasa apa Yang kurang karena semua sesuai selera masing2.
5. Siapkan bahan pelengkap masing2 dalam mangkuk.
6. Susun setiap bahan, kalo aku sih bihun dulu, kol, ayam, telur, bawang daun+seledri lalu sedikit cabe, semuanya disiram oleh kuah soto yg masih panas
7. Siap disajikan


Beginilah hasilnya, rasa dari soto Yang dibuat setiap orang pasti berbeda-beda karena disesuaikan dengan selera, begitupun dengan aku Yang sudah membuat soto beberapa kali, ada kalanya rasanya pas, tetapi aku pernah membuat dengan rasa yg sedikit manis, jadi tidak ada takaran Yang pasti, masih mengandalkan perasaan, dan perkiraan...

Selamat berakhir pekan bersama keluarga Dan selamat mencoba.